Home » , » Tips Memilih Genteng Untuk Atap Rumah Anda

Tips Memilih Genteng Untuk Atap Rumah Anda

Written By Admin on Tuesday, 29 April 2014 | 12:48

Genteng adalah salah satu jenis bahan bangunan yang biasa digunakan sebagai penutup atap rumah dan paling umum juga digunakan di Indonesia. Genteng seperti penutup atap lainnya berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan.



Selain itu tampilan genteng menjadi hal yang penting dalam membantu penampilan aksen sebuah rumah. Dengan mengetahui jenis genteng beserta kelebihan dan kekurangannya, diharapkan kita dapat memilih genteng yang tepat untuk rumah kita.

Berikut ini jenis-jenis genteng yang biasa digunakan di Indonesia beserta karakteristiknya,
antara lain :

1.Genteng Tanah Liat / Genteng Kodok
Genteng kategori ini terbuat dari tanah liat yang ditekan / di-press, kemudian dipanaskan menggunakan bara api dengan derajat panas tertentu. Daya tahan genteng jenis ini sangat kuat. Untuk pemasangan diperlukan teknik pemasangan kunci / kaitan genteng pada rangka penopang. Selain tampilan alami berwarna oranye kecoklatan hingga merah terakota, Anda juga bisa mewarnai genteng tanah liat. Kini, telah tersedia berbagai macam pilihan warna-warni yamg menarik.



Kelebihan dari genteng tanah liat adalah :
•    Harganya relatif murah.
•    Mempunyai beban yang ringan sehingga meminimalisir beban atap.
•    Memiliki kuat tekan sehingga dapat diinjak.

Kelemahan dari genteng ini adalah :
•    Diperlukan ketelitian pada saat pemasangan reng sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam rumah.
•    Mudah berlumut atau berjamur jika tidak dilapisi cat atau glasur.
•    Menggunakan pola pemasangan zig zag dengan sistem sambungan inlock.

2.Genteng Metal atau Genteng Berbahan Logam
Genteng jenis ini memiliki ukuran yang lebih besar dari genteng tanah liat, yaitu sekitar 60-120 cm, dengan ketebalan 0,3 mm. Pemasangan genteng ini tidak jauh beda dengan genteng dari tanah liat. Karena memiliki ukuran yang lebih lebar maka dapat mempercepat waktu pemasangan pada sebuah rumah. Genteng jenis ini biasanya memerlukan sekrup untuk pemasangannya agar tidak mudah terbawa angin karena bobotnya lumayan ringan. Pilihan warna genteng metal yang tersedia sangat variatif dan menarik. Kombinasi warna atap dan dinding fasade bangunan dapat menciptakan harmoni warna yang menarik.




Keunggulannya dari genteng metal ini adalah :
•    Mudah dan cepat dalam pemasangannya.
•    Hemat material karena bentangnya yang lebih lebar.
•    Dilapisi bahan anti karat.
•    Menggunakan bahan anti pecah jadi lebih aman dari kebocoran.
•    Teknologi baru yang membuat genteng tidak menimbulkan panas dan tidak mudah terbakar.
•    Dilapisi bahan anti lumut sehingga tidak perlu khawatir untuk mengecet ulang yang tentunya memerlukan biaya tambahan.

Kelemahannya yang perlu diperhatikan adalah :
•    Ketika pemasangannya, karena jika tidak rapi maka akan sangat tidak indah dilihat.

3. Genteng Aspal
Material genteng yang satu ini bersifat solid namun tetap ringan, terbuat dari campuran lembaran bitumen (turunan aspal) dan bahan kimia lain. Ada dua model yang tersedia di pasaran, yaitu :



•    Model datar bertumpu pada multipleks yang menempel pada rangka.
•    Model bergelombang yang pemasangannya cukup disekrup pada balok gording.

Kelebihananya adalah :
•    Ringan 1/6 dari berat genteng beton atau keramik.
•    Bisa digunakan untuk kemiringan genteng 22,5° sampai 90°.
•    Mudah dan praktis dalam pemasangannya.
•    Tahan terhadap api dan mampu menahan tekanan angin.
•    Memiliki pilihan warna dan dilindungi lapisan anti jamur dan anti pudar.

Kelemahannya adalah :
•    Pada harganya yang relatif mahal.

4. Genteng Kaca
Genteng ini dipakai agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan secara langsung sehingga menghemat konsumsi listrik untuk penerangan. Material genteng ini terbuat dari kaca. Genteng ini mempunyai bentuk yg terbatas sehingga kompatibel / sesuai dengan beberapa jenis genteng tertentu saja.



Keunggulannya adalah :
•    Bahannya yang bersifat transparan.
•    Bisa memberikan pencahayaan alami di dalam rumah.
•    Kaca memiliki kesan modern sehingga cocok dipadukan di rumah yang bergaya modern dan minimalis.
Kekurangannya adalah :
•    Bahannya yang mudah pecah.
•    Penggunaan yang berlebihan akan berakibat meningkatnya suhu ruangan dibawahnya.

5. Genteng Keramik
Genteng ini memiliki warna yang cukup banyak karena pada saat proses finishingnya dilapisi pewarna pada bagian atasnya (glazur). Bahan utama genteng ini adalah keramik.



Kelebihan dari genteng ini adalah :
•    Lebih tahan lama dan kuat menahan beban manusia.
•    Warna akan tahan lama karena diproses dengan pembakaran dengan suhu 1100 ° C.
•    Sistem interlock yang memungkinkan adannya celah untuk mengaitkan.

Kelemahannya adalah :
•    Diperlukan ketelitian pada saat pemasangan reng sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam rumah.
•    Selain itu diperlukan kemiringan atap minimum 30° agar air hujan dapat mengalir sempurna dan genting tidak dapat terlepas ketika diterpa angin (jika dipasang pada sudut kemiringan 45 – 60 °).
•    Perlu bantuan baut ketika memasangnya agar genting tidak terlepas dan lebih kuat.

6. Genteng Beton
Genteng jenis ini terbuat dari beton, yaitu campuran pasir, semen, kerikil, dan bahan aditif. Bentuknya yang bergelombang dan ada juga yang datar. Bentuk datar muncul seiring dengan gaya arsitektur rumah yang modern dan minimalis sehingga perlu adanya penyesuaian bentuk atap yang lebih sederhana.



Keunggulannya adalah :
•    Kuat dan tahan lama dan daya tahan terhadap tekanan tinggi sehingga tidak mudah goyah oleh angin.
Kekurangannya adalah :
•    Memiliki tekstur yang kasar dan mudah timbul lumut pada permukaannya.

7. Genteng Polycarbonat
Polycarbonate berbentuk lembaran datar dengan pilihan warna bervariatif dan dijual per roll. Polycarbonate ada dua jenis yaitu :
•    Polycarbonate rata dengan rongga
•    Polycarbonate bergelombang tanpa rongga.
Polycarbonate biasanya digunakan di garasi, kanopi atau untuk atap tambahan. Harga Polycarbonate tergantung merk dan jenis. Pemasangan polycarbonat untuk rangka kayu menggunakan paku,sedangkan untuk rangka baja menggunakan mur baut.
Tips sederhana memilih kualitas polikarbonat (polycarbonate) adalah dengan menekan kuat dengan jari penampang berongga pada lembaran polikarbonat, jika berkualitas jelek maka konstruksi berongga polikarbonat yang ditekan tadi tidak akan kuat menahan tekanan jari ('penyok'), anda bisa lakukan test ini pada beberapa merk polikarbonat yang berbeda lebih disarankan lagi anda lakukan test ini pada polikarbonat dengan harga yang termahal dan pada harga yang termurah untuk lebih jelas melihat perbedaannya.



Kelebihan dari polycarbonate adalah :
•    Dapat meredam radiasi matahari
•    Dicetak dalam bentuk lembaran,sehingga mudah bila dipakai di luasan yang besar.
•    Cepat dalam pemasangan
•    Mudah di dapat di pasaran
•    Kedap air
•    Bebas rayap

Kekurangan dari Polycarbonate adalah :
•    Harganya mahal.
•    polycarbonate berongga rentan terhadap jamur dan sulit dibersihkan.

8. Genteng Sirap
Genteng sirap berasal dari kayu ulin yang dikenal juga dengan nama kayu besi atau kayu bulian. Kayu ulin berasal dari daerah Kalimantan dan memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, bantalan kereta api, dan perkapalan.
Bentuk atap sirap biasanya berupa lembaran tipis memanjang yang dihasilkan dari belahan kayu ulin. Atap sirap dari kayu ulin ini berwarna coklat kehitaman. Ukuran 1 lembar atap sirap biasanya (p x l x t) = 58 x 6 x 0,3 dan 58 x 6 x 0,5 (masing-masing dalam satuan cm). Lembaran tipis tersebut dikemas dalam ikatan.

Saat ini Pemerintah memperketat perdagangan dan pemanfaatan kayu ulin, sehingga peredaran atap sirap dari kayu ulin sangat berfluktuatif, bahkan terkadang sulit menemukan atap sirap di pasaran. Oleh karena itu kini mulai diproduksi atap sirap dari bahan kayu merbau sebagai alternatif pengganti atap sirap dari kayu ulin. Merbau merupakan salah satu jenis kayu keras dan biasanya dimanfaatkan dalam konstruksi bangunan, jembatan, parket (flooring), pintu dan jendela, dan lain-lain. Berbeda dengan atap sirap ulin, atap sirap merbau ini berwarna coklat kekuningan.



Kelebihan dari atap sirap :
•    Bahannya cukup ringan.
•    Bersifat isolisasi terhadap panas.

Kekurangan menggunakan atap sirap :
•    Pemasangannya cukup sulit sehingga biaya yang akan digunakan akan bertambah
•    Bila lembaran sirap belum cukup kering sudah di pasang akan berubah bentuk menjadi cekung.

9. Genteng Asbes (Fiber Semen)
Asbestos / asbes, merupakan gabungan enam mineral silikat alam. Penutup atap dari bahan asbes sangat akrab dengan masyarakat, selain harganya murah dan pemasangannya mudah, karena atap asbes memiliki bobot yang ringan sehingga tidak membutuhkan konstruksi gording yang khusus.



Kelebihan genteng asbes adalah :
•    Lebih murah dibandingkan genting.
•    Pemasangan relatif lebih mudah.
•    Tidak membutuhkan banyak kayu reng tidak mudah bocor dan ruangan menjadi sejuk karena sifat asbes yang tidak menyerap panas.
Kekurangan genteng asbes adalah :
•    Penggunaan asbes sebagai atap rumah menurut para ahli kesehatan sebetulnya kurang baik karena dapat menyebabkan penyakit.Hal ini terjadi karena serat asbes dalam bentuk partikel mudah lepas dan beterbangan, sehingga bila terhirup penghuninya akan dapat menyebabkan penyakit kanker paru-paru.

10. Genteng Atap Kain Terpal
Genteng jenis ini umumnya hanya digunakan pada atap sebuah balkon, atau cocok juga diterapkan untuk atap sebuah jendela. Terbuat dari bahan kain terpal serta plastik padat yang elastis. Jenis ini bertumpu pada kerangka besi yang sudah dibentuk sesuai dengan keinginan. Dikuatkan atau ditempel dengan menggunakan baut dan sekrup supaya dapat menempel kuat pada dinding. Jenis ini keunggulan lainnya adalah sistemnya yang mudah untuk dibongkar pasang.


Demikian informasi tentang jenis-jenis genteng yang biasa digunakan di Indonesia. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

0 comments:

Post a Comment

Facebook Page